KONAWE SELATAN,Galerisultra.com — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe Selatan terus memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran melalui keberadaan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR). Kegiatan yang mengangkat tema “Fungsi Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) Dalam Pencapaian Respon Time 15 Menit” tersebut dilaksanakan di Kantor Kecamatan Ranomeeto, Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dalam meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kebakaran. Melalui REDKAR, masyarakat diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam melakukan pencegahan, memberikan informasi secara cepat, serta membantu penanganan awal apabila terjadi kebakaran di lingkungan masing-masing.
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe Selatan, Agu Bantri Liata, mengatakan bahwa keberadaan REDKAR memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencapaian respon time 15 menit.

Menurut Agu Bantri Liata, keberadaan relawan di tengah masyarakat sangat membantu karena mereka berada lebih dekat dengan lingkungan warga. Ketika terjadi kebakaran, REDKAR dapat berperan dalam menyampaikan informasi awal kepada petugas, membantu mengarahkan masyarakat dan melakukan langkah-langkah awal sesuai kemampuan serta memperhatikan aspek keselamatan.
“REDKAR memiliki fungsi yang sangat penting dalam membantu masyarakat ketika terjadi keadaan darurat kebakaran. Mereka berada lebih dekat dengan masyarakat sehingga dapat memberikan informasi secara cepat dan membantu melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi,” kata Agu Bantri Liata.
Ia menjelaskan bahwa pencapaian respon time 15 menit membutuhkan dukungan berbagai pihak. Kecepatan petugas dalam mencapai lokasi kejadian tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan armada dan personel, tetapi juga kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian serta kejelasan informasi mengenai lokasi kebakaran.
Karena itu, keberadaan REDKAR di setiap lingkungan diharapkan mampu mempercepat alur informasi. Relawan dapat membantu memastikan laporan kejadian diteruskan kepada pihak yang berwenang sehingga petugas pemadam kebakaran dapat segera melakukan mobilisasi menuju lokasi.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Ranomeeto tersebut, Agu Bantri Liata juga didampingi oleh jajaran staf Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Tokoh masyarakata,Tokoh Pemuda dan Sekcam Ranomeeto, Miranti, S.Si., beserta jajaran staf Kecamatan Ranomeeto.
Kehadiran jajaran Kecamatan Ranomeeto menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta masyarakat dalam membangun sistem pencegahan kebakaran yang lebih efektif.
Agu Bantri Liata menambahkan bahwa fungsi REDKAR tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Para relawan juga mempunyai peran dalam melakukan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Mereka dapat membantu mengingatkan warga mengenai berbagai potensi penyebab kebakaran serta pentingnya menerapkan langkah-langkah keselamatan di lingkungan rumah maupun tempat usaha.

Edukasi tersebut antara lain berkaitan dengan penggunaan instalasi listrik yang aman, memastikan kompor dan peralatan memasak dalam kondisi aman setelah digunakan, tidak menyimpan bahan mudah terbakar secara sembarangan, serta mengetahui jalur evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak panik ketika menghadapi kejadian kebakaran. Informasi mengenai lokasi kejadian harus disampaikan secara jelas kepada petugas agar armada dapat segera menuju titik kebakaran. Dalam kondisi tertentu, masyarakat dapat membantu mengamankan lingkungan sekitar dengan tetap mengutamakan keselamatan diri.
REDKAR juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat. Dengan adanya relawan yang telah mendapatkan pembinaan dan pemahaman mengenai pencegahan kebakaran, diharapkan masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenali potensi bahaya lebih awal.
Dalam konteks pencapaian respon time 15 menit, keberadaan REDKAR dapat menjadi salah satu unsur pendukung karena relawan berada di lingkungan yang dekat dengan masyarakat. Ketika informasi kebakaran diterima lebih cepat, koordinasi dengan petugas juga dapat segera dilakukan.
Namun demikian, Agu Bantri Liata menegaskan bahwa REDKAR bukanlah pengganti petugas pemadam kebakaran. Relawan merupakan mitra Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang berperan membantu masyarakat dalam aspek pencegahan, edukasi, pelaporan dan penanganan awal sesuai kapasitas serta prosedur keselamatan.

Sementara itu, keterlibatan pihak Kecamatan Ranomeeto diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam pembinaan masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama jajaran staf dapat membantu mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dari berbagai potensi bahaya kebakaran.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi semakin penting mengingat kebakaran dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan penanganan secara cepat. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan oleh pihak yang berwenang.
Melalui kegiatan yang digelar di Kantor Kecamatan Ranomeeto pada 17 September 2026 ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe Selatan kembali menegaskan pentingnya keberadaan REDKAR sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tanggap terhadap bahaya kebakaran.
Kolaborasi antara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan , Kecamatan Ranomeeto, REDKAR dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, kesiapsiagaan masyarakat dapat meningkat dan upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan kebakaran sekaligus mendukung upaya pencapaian respon time 15 menit melalui kerja sama dan koordinasi yang berkelanjutan.
Laporan : Admin
