KONAWE SELATAN,Galerisultra.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Konawe Selatan menerima laporan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Setelah menerima laporan tersebut, petugas piket Dinas Damkarmat Kabupaten Konawe Selatan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Laporan kebakaran diterima pada pukul 10.44 WITA, kemudian petugas berangkat menuju lokasi pada pukul 10.50 WITA dan tiba di lokasi sekitar pukul 11.10 WITA.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman terhadap lahan yang terbakar sekaligus melakukan pemutusan penjalaran api guna mencegah kobaran api meluas ke area lainnya. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±8 hektare.

Dalam proses penanganan kebakaran tersebut, Damkarmat Konawe Selatan juga bersinergi dengan unsur TNI dan Polri. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pengendalian api serta memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman selama proses pemadaman berlangsung.
Sirajuddin, S.Ip selaku Plh. Ka UPTD mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya segera mengerahkan personel dan satu unit kendaraan pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian. Menurutnya, kecepatan dalam merespons laporan sangat penting dalam penanganan kebakaran lahan, terutama untuk mencegah api semakin meluas akibat kondisi lahan dan lingkungan sekitar.
“Begitu laporan kami terima, petugas piket langsung bergerak menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, personel segera melakukan pemadaman dan pemutusan penjalaran api agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya,” ujar Sirajuddin, S.Ip.

Ia menjelaskan, proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama karena luas area yang terbakar mencapai sekitar delapan hektare. Petugas terus melakukan penyisiran dan memastikan titik-titik api yang masih berpotensi menimbulkan penjalaran dapat ditangani dengan baik.
“Selain memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan pemutusan penjalaran. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dan mencegah kobaran menjalar ke area yang belum terbakar,” lanjutnya.
Pemadaman terus dilakukan hingga kondisi di lapangan dinyatakan aman. Setelah beberapa jam melakukan penanganan, proses pemadaman akhirnya selesai pada pukul 16.30 WITA. Petugas kemudian memastikan kembali area sekitar untuk mengantisipasi adanya titik api atau bara yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, satu unit fire dikerahkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe Selatan. Personel yang terlibat dalam penanganan di lapangan yaitu Sirajuddin, S.Ip (Plh. Ka UPTD), Silmaruf Saripin, Sandriawan, Vikram, dan Wahyu Dwangga.

Dinas Damkarmat Konawe Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau kebakaran yang berpotensi meluas.
Kecepatan masyarakat dalam memberikan informasi kepada petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kejadian kebakaran. Dengan laporan yang cepat dan koordinasi yang baik antara masyarakat, Damkarmat, TNI, dan Polri, potensi kerugian yang lebih besar akibat kebakaran dapat diminimalkan.
Setelah dilakukan penanganan secara bersama-sama, kebakaran lahan di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, berhasil dipadamkan. Petugas juga memastikan proses pemadaman dan pemutusan penjalaran telah dilakukan untuk mencegah api kembali menyebar ke wilayah sekitar.
Laporan : admin
